14 January 2009

2 Korintus 6 : 14



Apa yang tengah gue jalani saat ini dengan Si Abang mengundang berbagai macam reaksi. Maklumlah, kami mempunyai perbedaan yang sangat prinsipal, keyakinan. Sampai-sampai, salah satu rekan guru mamaku tercinta mencoba menasehati. Aku rasa sih, ini semua lantaran curhat mama tentang borunya yang sedang bermain api.

Jadinya, begitu nyampe di rumah tadi sore, mama ngasih selembar kertas berisi satu ayat Alkitab, 2 Korintus 6 : 14. "Baca, dari ibu Dianne," begitu kata mama. Bukannya bergegas mengambil Alkitab, aku malah menjawab pendek, "Oh!" dan kemudian melanjutkan permainan di komputer.

Malam harinya, selagi asyik bercengkrama di telepon dengan Abang, mama datang menghampiriku di kamar. "Udah kau baca?," cecernya. "Oh itu, janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang, sebab apakah persamaan antara yang gelap dan yang terang?," jawabku, santai.

Heran dengan jawabanku, mama berucap, "Kok tahu?"

Yah iyalah ma, secara aku nasehatin teman-temanku pake ayat itu, hehehe...

06 January 2009

Hanya Kamu Yang Bisa



Tanpa terasa kau curi hatiku
Dengan berbeda caramu menaklukan hati kecilku
Berjuta rayuan yang pernah ku rasa
Namun tak pernah tersentuh tak ada yang mengesankanku

Tapi semua berbeda
Saat kau ada disini
Mempesonakan aku selalu

Hanya kamu yang bisa
Membuat aku jadi tergila-gila
Membuat aku jatuh cinta
Karna tak ada yang lain sepertimu

Berkali ku mencoba
Berpaling dengan makhluk indah lainnya
Namun tak pernah ku rasakan
Bila seindah bercinta ku denganmu

23 December 2008

Bila Cewek Parbada Dikadalin

Hari Sabtu (22/12) kemarin gue boros lagi. Tapi that’s not the point yang mau gue ceritain di update gue hari ini. Ini tentang petugas tiket tempat parkir dekat Plaza Semanggi. Sumpah, gue enek banget sama tuh orang.

Gimana enggak, dia ngasih gue tiket bekas yang udah lecek banget. Pastinya, uang yang gue kasih bakal masuk ke kantong pribadinya. Hmmm, usaha korupsi yang enggak cantik.

Bayangin aja, kalau ada 100 tiket yang dia daur ulang, berapa ‘untung’ yang dia rogoh? Rp 200000,- !!! Ckkkkk…. Sayangnya, dia gak tahu siapa perempuan yang dia kasih tiket bekas itu. Udah tahu gue parbada, eh, diajakin berantem.


Yup, begitu dapat tempat parkir, gue langsung ajak Hapsari mendatangi tempat pos yang sama. Dengan alasan mau ditagih ke kantor, gue minta dikasih tiket yang baru. Gue sih gak ngelihat jelas wajah koruptor kelas teri tersebut kala itu, tapi pastinya dia tentu kecewa, memikirkan uang 2000 yang gak jadi masuk kantong dia pribadi. Coba yah, semua orang setegas gue, gue yakin kebiasaan korup seperti itu bisa diberantas.

09 December 2008

Speechless

Udah lama memang gue nggak nge-update blog gue ini. Bukannya meng-anaktiri-kan, tapi gue memang punya alasan kuat. Maklumlah, kerjaan gue itu, sepanjang hari hanya menulis dan menulis, jadi agak mabok juga yah, kalau harus terus meng-update kegiatan terbaru gue setiap hari di blog ini.

Terus terang, my life won't be the same anymore. Pasalnya, Tuhan Yesus sudah memanggil papa kami tercinta ke pangkuanNYA. Sakit memang, semua terasa seperti mimpi, karena begitu cepat dan tak disangka-sangka.

Bagaimana enggak, satu hari sebelum papa terserang stroke, aku masih sibuk ngurusin segala tetek-bengek untuk liburan ke Singapore, mengingat permohonan cuti gue udah diapprove sama kantor. Tapi yah, emang betul, manusia boleh punya rencana, tapi Tuhan juga yang menentukan.

Dengan hati (sok) ditabah-tabahin, kami sekeluarga, mama, aku dan ketiga adik sepakat untuk mencabut ventilator yang selama ini membantu pernafasan papa kami tercinta. Tepatnya tanggal 20 November 2008, pukul 16.32, dengan diiringi doa dan nyanyian rohani, kami berlima menemani papa menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebenarnya, secara medis, papa memang sudah dinyatakan tiada, di hari Selasa, 18 November 2008, ketika ia terkena serangan stroke. Maklumlah, serangan stroke-nya tidak main-main karena mengenai batang otaknya, yang pecah di sepuluh titik serta sekitar 1,3 liter darah telah menggenangi otaknya.

Jujur, sampai saat ini pun, aku masih terus menangis, bila memikirkan kenangan-kenangan bersamanya. He's trully a type of family man, pria yang berjuang untuk keluarganya. Ayah duniawi yang benar-benar mencerminkan kasih Bapa Sorgawi di surga. True hero for our family.

Gak tahu kenapa, di hari-hari terakhirnya, waktu terasa begitu cepat berlalu, sehingga aku tidak bisa mengingat persis kenangan-kenangan terakhir bersamanya. Hanya saja, dua hari sebelum kejadian itu, entah mengapa, aku tergerak mendekati kedua orangtuaku yang sedang asyik bercengkrama di atas tempat tidur.

Seperti biasa, mama mengusirku secara halus, 'Ngapain kamu ke sini, gangguin kami pacaran aja,' Kujawab saja, 'Aku ingin dekat bapak.' Kami kemudian berbaring bertiga, aku di pojok tempat tidur, mama dan kemudian papa. Kala itu, papa sedang sibuk mengurus acara penghiburan bagi Kak Yana, istri salah satu sepupuku, tepatnya istri paribanku sih, yang baru saja kembali ditinggal orangtuanya.

Tak berselang lama, papa mencondongkan tubuhnya ke arahku. Dengan mata berbinar, ia bercerita tentang Kathleen, keponakanku yang adalah cucu pertamanya. Maklumlah, Sabtu sore-nya, papa sangat terpuaskan karena diminta menjagai 'si botak tukang ences' itu, seraya menunggu adikku selesai mengajar di YPM.

Betapa bahagianya ia bercerita kala itu. Dengan antusias, ia menyebutkan bagaimana Kathleen yang selalu menangis, ketika melihat mamaku yang mencoba menggendongnya. "Takut ngelihat mama, karena seperti nenek lampir," begitu ujarnya, seraya tertawa terbahak-bahak.

Meskipun aku tahu, papa tentu masih ingin terus melihat Kathleen tumbuh, mendampingku di hari pernikahanku dan kedua adik laki-lakiku, menghadiri tardidi alias baptisan Kathleen, acara wisuda Odith dan Deynes dan masih banyak lagi yang lain, tapi Tuhan Yesus ternyata lebih mencintainya. Kami yakin, ia sudah bahagia di sana dan kami akan membuatnya tersenyum, melihat kami dari surga sana.

27 August 2008

TUHAN, aku minta yang kayak gini, satu aja...

Hohoho, tumben-tumbennya gue minta pendamping hidup sama Tuhan. Permohonan (dari hati terdalam) ini keluar begitu saja dari hatiku, saat kebaktian Minggu malam di Citraland, baru saja akan dimulai. Gara-garanya, aku melihat seorang pria berwajah lumayan dan terlihat mapan, sedang asyik bermain gitar di depanku, hohoho...

Ngomongin pernikahan emang kagak pernah ada matinya. Apalagi buat gue, yang di usia ke-28 ini, masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk merasakan asyiknya jadi seorang single.

Buat gue sih, keadaan itu bukanlah menjadi masalah besar. Apalagi, sampai saat ini pun, gue masih tetap punya comfort zone, dimana banyak sahabat gue yang juga memilih kebebasan yang seperti gue. Entahlah kalau kelak mereka menikah, pasti gue akan mulai merasa 'terancam' dan jadi kelimpungan untuk segera mengikuti jejak mereka, hahaha...

Satu hal yang pasti, mereka pulalah yang menjadi 'tameng' ketika mama bertanya soal kapan aku akan menikah.

Jujur aja nih, soal jodoh, memang sempat gue singkirkan jauh-jauh dari benak gue. Apalagi ketika Tuhan mengijinkan gue mencicipi cuci darah selama 2 tahun 8 bulan. Selama itu, prioritas utama gue adalah 'how to get rid of being on dyalisis for the entire of my life'.

Tuhan akhirnya menjawab permohonan hati gue ini, lewat operasi cangkok ginjal yang kujalani di negeri Tirai Bambu, awal Juli 2004 lalu. Setelah itu, prioritas hidup gue pun otomatis berubah, karena gue pengen cepat-cepat lulus dan menjadi seorang sarjana.

Hampir satu setengah tahun penantian itu sebelum akhirnya aku resmi menyandang gelar 'Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia' dan lagi-lagi, sebuah impian baru kembali muncul, "Tuhan, aku pingin punya pekerjaan."

Untunglah, gue gak perlu berlama-lama menunggu. Tujuh bulan setelah dinyatakan lulus, akhirnya gue pun mendapat pekerjaan pertama. Dekat rumah pula, jadi gak perlu tua di jalan dan berat di ongkos.

Lagi-lagi, aku 'bargain' sama Dia. Aku bilang, "Tuhan, aku lagi enjoy banget nih sama kerjaan aku. Entar aja deh kasih jodohnya." Eh, gak tahunya, jadi keterusan sampai sekarang.

Jujur, gue menikmati betul status single gue, walau terkadang emang sih, terbersit juga di benak gue untuk punya anak darah daging sendiri. Tapi, entahlah, bagaimana rencana Tuhan. Yang pasti, kita cuma bisa berserah aja.

24 August 2008

2 ans apres...

Gak terasa yah, udah dua tahun gue kerja di infotainment. Banyak banget suka-duka yang gue rasakan, but mostly, lebih banyak sukanya.

Satu hal yang paling gue appreciate dari hasil kerja gue selama ini adalah banyak orang yang ngebaca tulisan gue. Ini terbukti dari banyaknya situs yang nge-link ke situs krosceknews.com. Apalagi kalo di sana ada embel-embel, 'Rosa Hilda/ krosceknews.com' (ehm...ehm...).

Maklumlah, sebelumnya, tulisan gue hanya untuk kalangan terbatas. Maksudnya, cuma untuk teman-teman sesama anggota P3MI Jakarta Pusat saja, lewat warta, alias buletin mingguan. Itu pun lebih banyak hasil translate-an, bukan tulisan yang pure milik gue.

Sukacita kedua itu, kalau ada respon dari nara sumber. Itu artinya kalau mereka baca tulisan gue. Beberapa respon yang masih gue ingat antara lain, protes karena foto mereka di sana enggak banget dan minta diganti (maab yah Velove Vexia en Paola Tobing, hehehe), pujian atas kisah cinta mereka, manajer artis yang minta artisnya yang lain dimuat setelah ngelihat profil artis asuhannya di situs ini dan muasih buanyak yang lain deh.

Kalau soal ketemu banyak orang, berinteraksi dengan banyak orang serta memperluas pergaulan, itu sudah pasti yah. Maklumlah, hampir setiap hari kita memang berinteraksi dengan banyak orang, even itu hanya lewat telepon. Nilai plusnya buat gue, yah, gue jadi lebih luwes, dimana gue mulai bisa berbasa-basi yang tidak basi, bisa membaca 'mood' orang, bisa merayu orang. Pokoknya buanyak deh.

02 May 2008

just another day with him...

Belakangan ini, gue memang lagi kepincut berat sama lagu 'Sempurna', entah itu yang dinyanyikan 'Andra and The Backbone' atau Gita Gutawa. Seraya menyelesaikan kerjaan di kantor, ternyata enak juga dengerin lagu ini via headphone, seraya chatting sama dia. Iya, dia, siapa lagi.

Gak seperti biasanya, hari ini dia online. Yah, sejak ia diterima bekerja sebagai manajer layanan umum, kami memang sudah jarang sekali bisa ngobrol bersama. Banyak hal yang menjadi topik obrolan kami. Contohnya hari ini, selain bicara tentang aku yang gagal bekerja di Kedubes Perancis, kami bicara tentang hubungan maya-ku dengan
Christian. Tak lupa, hubungannya dengan Tomomi, begitu aku menyebut kekasihnya yang berasal dari Negeri Sakura.

me: hello there
him: hi rosa!
him: how are you?
me: fine
me: u?
him: ok
him: my other cat died last week
him: so i have been a little sad
me: sorry to hear
me: the one which photo u sent me?
him: mm
him: my girl cat
him: she was my love
him: so sweet
him: she helped me a lot to get over losing her brother
him: how is your life?
him: anything new?
me: I had job interview last Tuesday
me: at french ambassador
me: not sure with the result
him: hmm
him: what is the position?
me: attache de press
him: wow
him: cool
him: did the interview go well?
him: did you tell them that you study french and french men?
me: but there're all in my cv
him: you have your love for french men on your cv?
me: to be honest I was satisfied with the inverview
him: that is good
me: beside sometime I was speechless
me: well, I didn't write french men
me: just having bad influence with old american bule
him: they won't hire you if they know that
me: why?
me: isn't it a point plus
him: french don't like americans
him: when will you hear from them if you got the job?
me: this week or next week
me: but I don't want to hope much
me: at least my cv interest them
him: that is good
me: and I had experience have job interview in french
him: did you impress them with your french?
me: at least they understand what I said
me: even I don't have the sexy 'R' accent
him: hmm
him: maybe you won't get the job
him: they like sexy
me: they were 3 persons
me: 2 women 1 man
me: how about u?
me: any news there?
me: how's Tomomi?
me: you've never talked about her lately
him: i have been working a lot
him: finally this week more normal
him: i have days off from work finally
him: tomomi is good
him: i think we are at a strange time
him: been 4 months since we saw each other
him: so not easy for us to go so long without seeing each other
me: hmmm, I see
him: she surprised me last week when she sent me a gift
him: some shaving soap and lotion to make me smell nice
him: how are things with your man?
me: I don't know
me: we keep arguing to each oher
him: haha
him: see you like to argue *maksud loe?*
him has signed out. (5/2/2008 11:25 AM)

him: hello?
me: oops sorry
me: they just called me
me: i don't get the job
him: wow sorry to hear that rosa
him: its good experience though
me: yes
me: that's I mean
him: always something positive to learn from things
me: is it usual there to call someone if they don't accept her/ him for the position?
him: its nice that they did
him: shows class
me: will i get other opportunity the other time?
him: yes keep trying
him: perhaps someone had more experience then you
me: well, at least I know I should read more news from now
me: I never do it lately
him: haha
him: why?
me: busy chatting with u
me: what else
him: haha
him: no way
him: i haven't been online much
him: must be some other bule
me: hhmmm, with him I'm busy arguing
him: what do you argue about?
him: long distance arguing?
me: all
me: when, where the marriage
me: he refuses to marry in church
him: refresh my memory
him: how long have you known him? *hehehe*
me: almost 2 years
him: he lived in indonesia before?
me: nope
him: how many times have you met him in person?
me: none
me: yes, I'm crazy
him: ahhh yes
him: you guys both are
me: actually, I'm not really sure
me: what is your idea then?
him: i think you need to spend time together
him: get to know each other
him: things are very different when you are in person *yeah, that's true*
him: and sharing a life together
him: if you are arguing already...
him: not a good start
me: he should come first to visit me, hein?
him: yes
him: would show how serious he is *tapi kenyataannya tidak tuh*
him: think i told you this before
him: you guys shouldn't be talking about marriage
him: that takes time
him: to know each other
him: not by internet
me: actually, that's him
me: not me
me: he said that he can't stand doing this thing forever
me: but he doesn't want to visit me here
him: i don't blame him but marriage?
him: does he want you to move to france>
him: why don't you go there for a few months?
me: is it okay do you think?
me: me who visit him first?
him: do you plan to live there after you are married?
me: yes
him: maybe its a good idea for you to go there and see how it is
him: and see if you can live with him
him: get a long and all
him: my friend from bali has done this several times
him: and it was very helpful
me: how long do you think?
me: one month?
him: at least
me: but I'm not sure I can the visa
me: beside, I don't think my saving is enough to go there
me: get the visa sorry
him: thats not good
him: my friend never had problem
him: can't he help you?
me: I'll ask him how to do that this afternoon
him: he should help you
him: if he is serious
me: ok
me: what's help I should ask?
him: what you need
him: if its money
him: more important to discuss this than marriage
him: can he afford to help u?
me: I'll ask
me: he once said I'll help if I can
me: I'll ask him more
him: just let him know that you feel its important to visit him and spend time together
him: to see if you both can get a long and your love it true
him: and for you to see if you will be comfortable living there
him: and not sex!
me: off course
him: make sure he knows that
me: I've told him b4
me: but I don't know what will happen when I'm there
him: true
him: the economy here is bad
him: we are so spoiled
him: people aren't spending money now
him: we need a new president
him: once we do the economy will slowly get better
me: i hope so
me: so you won't go to Japan this year?
him: hmm
him: if i am lucky maybe in august or september
him: depends on if i move to my own apartment
him: i am spending money on my car
him: it needs a lot of work
him: my work may send me to japan but not sure when
him: tomomi is planning to come again this year
me: that's good
him: bed time
me: ok
him: good luck with your french guy
him: take care
me: u too